Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 Desember 2015
Renungan - Tentang Tidur
Adab - adab tidur sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW sudah seharusnya kita terapkan. Apabila kita mengikuti adabnya insyaallah tidur yg kita lakukan akan di nilai sebagai ibadah.
Coba kita renungkan, berapa banyak pahala yg akan kita dapat sepanjang hidup yang kita lalui? Bayangkan jika kita tidur perharinya sebanyak 8 jam dan jika kita telusuri sepanjang hidup kita menghabiskan 1/3 hidup kita untuk tidur.
EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN.
Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran.
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.
3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".
Bertanya Siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasulullah tersenyum dan bersabda :
1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,
‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’
lam yalid walam yuulad’
walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “
2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau
“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim
Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar "
( 3x )
Sampaikanlah kepada orang lain,
maka ini akan menjadi sedekah jariah pada setiap orang yang anda kirimkan pesan ini, dan apabila kemudian dia mengamalkannya, maka kamu juga akan ikut mendapat ganjaran pahalanya insha Allah...
Adapun adab sebelum tidur adalah
1. Intropeksi diri sebelum tidur
Intropeksi diri (muhasabah) sebelum tidur sangat dianjurkan bagi kita umat muslim. Maksudnya disini ialah mengintropeksi apakah yg telah kita perbuat hari ini sudah baik atau buruk? Jika kita mendapati diri kita telah berbuat buruk/sesuatu yg di benci Allah, haruslah kita dengan segera memohon ampunan kepada. Namun jika hari ini kita berbuat baik, hendaknya kita memuji kepadanya dengan mengucap Subhannahu wa Ta'ala.
2. Berwudhu sebelum tidur
Tidur dengan keadaan suci sebagaimana yg terdapat pada sebuah hadits "Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur) maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagai mana wudhumu dalam sholat." (HR. Al-Bukhari No 247 dan Muslim No. 2710)
3. Mengibaskan tempat tidur sebelum tidur.
4. Posisi tidur yang baik adalah miring kesebelah kanan.
5. Membaca doa sebelum tidur.
Selasa, 07 April 2015
Cerita Motivasi Hidup - Pelajaran Yang Begitu Besar dari sebuah Kentang
Pada suatu hari di sebuah sekolah ada seorang guru yang sedang mengadakan sebuah permainan. Permainan ini sangat unik. Yaitu di setiap Murid di wajibkan membawa sebuah plastik transparan dan di dalam kantong plastik itu harus berisikan sekurang - kurangnya satu buah kentang.
Di kentang tersebut di tuliskan nama orang yang paling di benci, jika ada Lima orang yang di benci maka kantong plastik itu harus berisikan buah kentang yang masing - masing harus bertuliskan nama orang yang paling di benci.
Pada keesokan harinya, para Murid akhirnya membawa plastik yang berisikan kentang yang bertuliskan nama seseorang yang di bencinya, ada yang membawa satu, ada yang membawa dua, bahkan ada yang membawa enam buah kentang.
Seperti perintah gurunya mereka harus membawa plastik yang berisikan kentang itu kemanapun mereka pergi, bahkan ke toilet sekali pun kentang tersebuat harus tetap bawa selama satu minggu.
Hari berganti hari, kentang - kentang yang di bawa para Murid mulai membusuk, mereka mulai mengeluh, apalagi yang sampai membawa enam buah kentang di dalam kantong plastiknya. Selain berat, baunya juga tidak sedap.
Setelah satu minggu, murid - murid tersebut mulai merasa agak lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir. Ibu gurupun membahas permainan membawa kentang di dalam kantong plastik yang transparan itu kepada murid - muridnya. Ada yang menjawab Bu guru saya merasa tidak nyaman membawa kentang busuk ini. Karena saya jadi begitu tidak enak makan di buat baunya yang busuk. Pada umumnya para murid merasa tidak nyaman membawa kentang busuk itu kemana - mana.
Kemudian sang guru menjelaskan perihal permainan yang sedang mereka mainkan itu " Anak - anak kentang itu ibarat kebencian, rasa benci atau rasa dendam kalian kepada seseorang yang kalian pendam/simpan dalam hati dan kita bawa kemana - mana. Gimana rasanya? Sangat tiidak nyaman bukan? Maka dari itu janganlah menyimpan dendam atau kebencian terhadap seseorang di dalam hati kita. Semakin lama kita menyimpan dendam atau rasa benci di dalam hati kita maka akan semakin merusak mental dan jiwa kita, dia akan menjadi kanker yang siap mengerogoti tubuh kita, sama seperti halnya racun yang berada di kentang busuk ini. Apakah kalian memahami apa yang ibu maksud?"
"Mengerti bu guru" Jawab para murid bersamaan.
Teman, sahabat, mitra dll, yang saya banggakan. Apapun bentuk kesalahan orang lain terhadap kita, apapun bentuknya (yang disengaja maupun yang tidak disengaja) yang pasti jika kita mengintanya terus, simpan terus apalagi jika sampai timbul rasa dendam yang akan membalasnya lebih kejam lagi dari apa yang telah beliau lakukan terhadap kita. Maka seumur hidup kita akan menderita. Segeralah memaafkan dan melupakan atas kesalahan yang telah di perbuatnya terhadap kita. Namun sebaliknya jika kita telah melakukan kesalahan terhadap orang lain hendaklah kita segera meminta maaf secepatnya agar tidak ada timbul rasa benci, rasa dendam dan kita pun bisa terbebas dari rasa kegelisahan.
Semoga bermanfaat dan bisa menjadi sebuah pembelajaran buat kita semua.
Senin, 06 April 2015
Cerita Motivasi Hidup - Belajarlah Dari Seorang Marbot
Hidup di dunia hanya sementara, akhirat selama - lamanya. Dalam mengarungi hidup yang penuh dengan sandiwara ini kita selalu di hadapkan dengan yang namanya ekonomi.
Alkisah ada dua sahabatyang sudah lama terpisah ; Saepul dan Amril.
Amri memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Akan tetapi beliau kurang beruntung secara ekonomi.
Sedangkan Saepul adalah seorang sahabat yang bisa di bilang memiliki kemampuan (otak yang biasa). Namun di karenakan dia memiliki orangtua yang cukup mampu untuk menunjang masa depannya.
Kedua sahabat ini dulunya sangat akrab, bisa di bilang sudah seperti saudara. Namun karena beliau sudah berpisah cukup lama, akhirnya kedua sahabat ini bertemu di tempat yang sangat istimewa, koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid mungil.
Saat itu Saepul sudah menjelma menjadi seorang manajer kelas menengah. Pakaiannya Necis, Berkelas. Akan tetapi dia tetap menjaga kesalehannya. Dia juga memiliki kebiasaan, setiap kali dia keluar kota, ia menyempatkan diri untuk singgah di masjid terdekat yang ia jumpai ketika waktu sholat telah tiba. Untuk memperbarui wudhu dan sujud syukur. Syukur - syukur masih punya waktu yang di perbolehkan untuk sholat sunnah, maka ia melakukannya sholat sunnah sebagai tambahan.
Pada suatu kesempatan, Saepul tiba di suatu kota. Waktu menunjukkan sudah tiba saatnya untuk sholat Ashar, Saepul pun mencari masjid untuk menjalankan ibadah sholat Ashar.
Akhirnya di temukannyalah sebuah masjid, kemudian menepikan mobilnya kemudian beranjak ke koridor masjid untuk mengambil udhu. Disitulah Saepul menemukan Amril.
Cukup terperangah Saepul melihat sosok pria yang sepertinya dia kenal, Ya itu sahabatnya si Amril. Amril yang sangat cerdas yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saepul pun tidak menyangka bahwa selama berpuluh - puluh tahun ia tidak melihat sahabatnya itu dan sekarang ternyata bekerja sebagai marbot (pembersih) masjid.
"Maaf, kamu Amrilkan. Amril yang dulu teman SMPku?" dengan nada sedikit agak ragu Saepul menyapa marbot itu.
Alhamdulillah yang ditegur pun tidak kalah hebatnya dalam mengenali sahabatnya itu. Dalam hitungan menit akhirnya keduanya saling berpelukan. "keren sekali kamu sekarang mas... Mantab" ucap Amril sambl memeluk sahabatnya yang saat itu masih dalam keadaan memakai dasi dan lengan baju yang di gulung untuk bersiap - siap untuk mengambil udhu, menyebabkan jam tangan bermerknya terlihat oleh Amril.
"Ah,,, biasa saja..."
Saepul menaruh rasa iba terhadap sahabat itu, mengapa tidak? Di tangannya terlihat Amril sedang memegang sebuah kain Pel, salah satu ciri marbot dengan celana di gulung, dan mengenakan sebuah peci yang di dongakkan sehingga jidat htamnya terlihat jelas.
"Ril,, ini kartu nama saya."
Amril melihat di kartu nama itu bertuliskan (Manager Area) "Wuaah,,, benar - benar keren kamu, Pul."
"Ril,,, nanti sehabis saya sholat, kita ngobrol ya. Maaf, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar marbot di masjid ini. Maaf..."
Amril tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Terima kasih ya... Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu sholatnya, saya pun masih ingin melanjutkan pekerjaan. Bersih - bersih dulu, Pul.... Silahkan. yang nyaman ya."
Sambil udhu, Saepul terus saja berpikir. Mengapa Amril yang pintar harus terlempar dari kehidupan normal. Ya meskipun tidak ada yang salah sebagai seorang marbot, tapi marbot... ah, pikirannya tidak mampu membenarkannya. Saepul menyesalkan kondisi negeri ini yang tidak berpihak kepada orang - orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Sekali lagi Saepul melewati Amril yang terlihat sedang bersih - bersih. Andai saja Amril mengerjakan ini di perkantoran, maka sebutannya bukan marbot, melainkan "Office Boy".
Tanpa sadar ada yang sholat di belakang Saepul. Orang itu juga sedang melakukan sholat Sunnah. Ketika usai sholat Sunnah. Saepul menyempatkan untuk melirik kebelakang, Barangkali yang sholat di belakangnya itu adalah temannya si Amril. Saepul pun menyelesaikan do'anya secara singkat. karena ia sudah tidak bisa menahan hasratnya untuk berbicara dengan sahabatnya itu.
"Pak" tiba - tiba terdengar suara anak muda muda di belakang Saepul
"Iya, Mas...?"
"Pak,,, bapak kenal dengan pak haji Amril....?"
"Haji Amril...?"
"Itu,,, yang barusan ngobrol dengan bapak..."
"Oh... Amril, iya saya kenal,,, dia itu adalah sahabat saya waktu SMP. Memangnya dia sudah Haji?"
"Dari dulu sudah Haji pak. dari sebelum beliau membangun masjid ini..."
Kalimat itu cukup datar. Tapi cukup menampar hatinya Saepul. Dari dulu sudah Haji. Dari sebelum dia membangun masjid ini...
Anak muda itu pun kemudian melajutkan bicaranya. "Beliau orang hebat pak. Tawadhu, sayalah marbot di masjid ini. Saya karyawan beliau, beliau yang membangun masjid ini pak. Diatas tanah wakafnya sendiri. Bahkan salah satu kebiasaanya yang aneh. Yaitu dia selalu menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji dan Adzan saja..."
Entah apa yang ada di Hati dan Pikiran saepul saat ini...
Bagaimana menurut teman - teman semua?
Jika amril itu adalah kita, mungkin begitu ketemu teman lama yang sedang bersihkan toilet, pasti kita akan memberitahukan posisi kita apa?
Dan jika kemudian teman lama kita ini sampai menyangka kita ini adalah seorang marbot masjid beneran. Mungkin kita akan menyangkal dan menjelaskan sacara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah teman kita bahwa kita ini adalah seorang pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan pak haji Ahmad dan Pak Haji Ahmad bukan kita. Dia selamat dari kerusakan amal, sebab dia Cool saja, Tenang saja... Adem.
Haji Ahmad merasa dia tidak perlu menjelaskan apa - apa, karena beliau sadar akan kebesaran dan keagungan Tuhan. Dan pada akhirnya Allah yang memberitahukan siapa dia sebenarnya.
"Al- mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi aatihi" Yang artinya "Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan - kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukannya."
Sedikit pengetahuan akan sangat sangat berguna apabila itu di sampaikan kepada sahabat - sahabat kita agar mereka juga bisa mempelajarinya dan mengamalkannya. Apakah anda akan membiarkan Coretan ini hanya berdiam di blog ini? Tanpa ada satu teman kalian yang membaca dan mengamalkannya? Silahkan Reshare jika anda ingin teman - teman anda bisa membaca dan mengamalkan Coretan ini.
Alkisah ada dua sahabatyang sudah lama terpisah ; Saepul dan Amril.
Amri memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Akan tetapi beliau kurang beruntung secara ekonomi.
Sedangkan Saepul adalah seorang sahabat yang bisa di bilang memiliki kemampuan (otak yang biasa). Namun di karenakan dia memiliki orangtua yang cukup mampu untuk menunjang masa depannya.
Kedua sahabat ini dulunya sangat akrab, bisa di bilang sudah seperti saudara. Namun karena beliau sudah berpisah cukup lama, akhirnya kedua sahabat ini bertemu di tempat yang sangat istimewa, koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid mungil.
Saat itu Saepul sudah menjelma menjadi seorang manajer kelas menengah. Pakaiannya Necis, Berkelas. Akan tetapi dia tetap menjaga kesalehannya. Dia juga memiliki kebiasaan, setiap kali dia keluar kota, ia menyempatkan diri untuk singgah di masjid terdekat yang ia jumpai ketika waktu sholat telah tiba. Untuk memperbarui wudhu dan sujud syukur. Syukur - syukur masih punya waktu yang di perbolehkan untuk sholat sunnah, maka ia melakukannya sholat sunnah sebagai tambahan.
Pada suatu kesempatan, Saepul tiba di suatu kota. Waktu menunjukkan sudah tiba saatnya untuk sholat Ashar, Saepul pun mencari masjid untuk menjalankan ibadah sholat Ashar.
Akhirnya di temukannyalah sebuah masjid, kemudian menepikan mobilnya kemudian beranjak ke koridor masjid untuk mengambil udhu. Disitulah Saepul menemukan Amril.
Cukup terperangah Saepul melihat sosok pria yang sepertinya dia kenal, Ya itu sahabatnya si Amril. Amril yang sangat cerdas yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saepul pun tidak menyangka bahwa selama berpuluh - puluh tahun ia tidak melihat sahabatnya itu dan sekarang ternyata bekerja sebagai marbot (pembersih) masjid.
"Maaf, kamu Amrilkan. Amril yang dulu teman SMPku?" dengan nada sedikit agak ragu Saepul menyapa marbot itu.
Alhamdulillah yang ditegur pun tidak kalah hebatnya dalam mengenali sahabatnya itu. Dalam hitungan menit akhirnya keduanya saling berpelukan. "keren sekali kamu sekarang mas... Mantab" ucap Amril sambl memeluk sahabatnya yang saat itu masih dalam keadaan memakai dasi dan lengan baju yang di gulung untuk bersiap - siap untuk mengambil udhu, menyebabkan jam tangan bermerknya terlihat oleh Amril.
"Ah,,, biasa saja..."
Saepul menaruh rasa iba terhadap sahabat itu, mengapa tidak? Di tangannya terlihat Amril sedang memegang sebuah kain Pel, salah satu ciri marbot dengan celana di gulung, dan mengenakan sebuah peci yang di dongakkan sehingga jidat htamnya terlihat jelas.
"Ril,, ini kartu nama saya."
Amril melihat di kartu nama itu bertuliskan (Manager Area) "Wuaah,,, benar - benar keren kamu, Pul."
"Ril,,, nanti sehabis saya sholat, kita ngobrol ya. Maaf, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar marbot di masjid ini. Maaf..."
Amril tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Terima kasih ya... Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu sholatnya, saya pun masih ingin melanjutkan pekerjaan. Bersih - bersih dulu, Pul.... Silahkan. yang nyaman ya."
Sambil udhu, Saepul terus saja berpikir. Mengapa Amril yang pintar harus terlempar dari kehidupan normal. Ya meskipun tidak ada yang salah sebagai seorang marbot, tapi marbot... ah, pikirannya tidak mampu membenarkannya. Saepul menyesalkan kondisi negeri ini yang tidak berpihak kepada orang - orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Sekali lagi Saepul melewati Amril yang terlihat sedang bersih - bersih. Andai saja Amril mengerjakan ini di perkantoran, maka sebutannya bukan marbot, melainkan "Office Boy".
Tanpa sadar ada yang sholat di belakang Saepul. Orang itu juga sedang melakukan sholat Sunnah. Ketika usai sholat Sunnah. Saepul menyempatkan untuk melirik kebelakang, Barangkali yang sholat di belakangnya itu adalah temannya si Amril. Saepul pun menyelesaikan do'anya secara singkat. karena ia sudah tidak bisa menahan hasratnya untuk berbicara dengan sahabatnya itu.
"Pak" tiba - tiba terdengar suara anak muda muda di belakang Saepul
"Iya, Mas...?"
"Pak,,, bapak kenal dengan pak haji Amril....?"
"Haji Amril...?"
"Itu,,, yang barusan ngobrol dengan bapak..."
"Oh... Amril, iya saya kenal,,, dia itu adalah sahabat saya waktu SMP. Memangnya dia sudah Haji?"
"Dari dulu sudah Haji pak. dari sebelum beliau membangun masjid ini..."
Kalimat itu cukup datar. Tapi cukup menampar hatinya Saepul. Dari dulu sudah Haji. Dari sebelum dia membangun masjid ini...
Anak muda itu pun kemudian melajutkan bicaranya. "Beliau orang hebat pak. Tawadhu, sayalah marbot di masjid ini. Saya karyawan beliau, beliau yang membangun masjid ini pak. Diatas tanah wakafnya sendiri. Bahkan salah satu kebiasaanya yang aneh. Yaitu dia selalu menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji dan Adzan saja..."
Entah apa yang ada di Hati dan Pikiran saepul saat ini...
Bagaimana menurut teman - teman semua?
Jika amril itu adalah kita, mungkin begitu ketemu teman lama yang sedang bersihkan toilet, pasti kita akan memberitahukan posisi kita apa?
Dan jika kemudian teman lama kita ini sampai menyangka kita ini adalah seorang marbot masjid beneran. Mungkin kita akan menyangkal dan menjelaskan sacara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah teman kita bahwa kita ini adalah seorang pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan pak haji Ahmad dan Pak Haji Ahmad bukan kita. Dia selamat dari kerusakan amal, sebab dia Cool saja, Tenang saja... Adem.
Haji Ahmad merasa dia tidak perlu menjelaskan apa - apa, karena beliau sadar akan kebesaran dan keagungan Tuhan. Dan pada akhirnya Allah yang memberitahukan siapa dia sebenarnya.
"Al- mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi aatihi" Yang artinya "Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan - kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukannya."
Sedikit pengetahuan akan sangat sangat berguna apabila itu di sampaikan kepada sahabat - sahabat kita agar mereka juga bisa mempelajarinya dan mengamalkannya. Apakah anda akan membiarkan Coretan ini hanya berdiam di blog ini? Tanpa ada satu teman kalian yang membaca dan mengamalkannya? Silahkan Reshare jika anda ingin teman - teman anda bisa membaca dan mengamalkan Coretan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

